Rumah Warga di Simeulue Dibakar, Keluarga Minta Perlindungan
Daerah | Rabu, 25 Maret 2026 20:54:11 WIB
Siagaonline.com, Simeulue - Sebuah rumah milik warga bernama Ralimansiah di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue, hangus terbakar pada malam Idul Fitri. Peristiwa itu diduga terkait tudingan praktik ilmu hitam yang diarahkan kepada korban, Rabu (25/3/2026).
Ralimansiah menuturkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 00.00 WIB saat ia bersama suami dan tiga anaknya tengah terlelap. Ia terbangun ketika merasakan hawa panas dan mendapati api telah menjalar ke bagian dinding rumah.
“Api sudah membesar. Kami hanya sempat menyelamatkan diri,” ujar Ralimasiah saat ditemui wartawan media siagaonline.com di rumah kerabatnya di Desa Suka Maju, Kecamatan Simeulue Timur.
Kemudian katanya, pada saat rumahnya sudah terbakar, Ia bersama suami dan anak-anaknya berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
"Anak-anak saya tidak memakai baju pada malam itu, yang paling menyedihkan orang-orang berbahagia menyambut hari raya, anak-anak saya jangankan memakai baju hari raya melihat baju mereka saja tidak dapat lagi, sudah habis terbakar," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ia dan keluarganya kini mengungsi setelah seluruh harta benda mereka ludes terbakar, termasuk sepeda motor yang menjadi sumber penghidupan. Dalam situasi panik, anak-anaknya bahkan tidak sempat menyelamatkan pakaian.
Ralimansiah menduga pelaku berasal dari lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Ia mengaku telah menetap selama 18 tahun di desa tersebut dan pernah mengabdi sebagai tenaga pendidik. “Saya tidak mengerti apa kesalahan saya hingga mengalami ini,” katanya.
Menurut dia, beberapa orang yang dicurigai terlibat melakukan pembakaran itu merupakan mantan muridnya. Sebelum insiden pembakaran, rumahnya juga sempat dilempari benda yang diduga bom molotov pada malam sebelumnya, meski tidak sampai memicu kebakaran.
Selain itu, ia mengaku menerima ancaman dari orang yang ia kenal sebelum kejadian pembakaran itu. “Sekitar pukul tiga dini hari, setelah saya melaksanakan sholat tahajjud ada yang lewat dan mengancam akan membunuh kami semuanya,” ucapnya.
Kasus ini telah dilaporkan ke Kepolisian Resor Simeulue dengan nomor LP/B/26/III/2026/SPKT/POLRES SIMEULUE/POLDA ACEH tertanggal 22 Maret 2026. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pembakaran tersebut.
Akibat peristiwa itu, anak-anak korban dilaporkan mengalami trauma hingga enggan pulang dan bersekolah karena takut akan kejadian serupa akan terjadi kembali.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Raya, Hasmin, mengatakan informasi awal yang ia peroleh menyebutkan adanya isu dugaan praktik dukun. Namun, ia mengaku belum pernah mendengar kabar tersebut sebelumnya.
“Saya baru mengetahui isu itu setelah peristiwa terjadinya pembakaran,” kata Hasmin. Ia menambahkan, dirinya pada malam itu selesai melaksanakan takbiran pulang kerumah, kemudian sekitar hampir jam 12 malam mendapatkan telfon dari keluarga dan langsung kelokasi melihat rumah tersebut telah habis terbakar. Ia segera berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait kejadian itu," kata Kades Tanjung Raya.
Pihak keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat segera mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan perlindungan bagi korban. (HRD)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :